Namun Bambang masih sangat optimistis dengan kecanggihan peralatan yang dimiliki nelayan besar, ancaman cuaca tersebut tidak akan berdampak terhadap hasil tangkapannya. Sehingga ketersediaan ikan laut saat bulan puasa hingga menjelang lebaran nanti masih bisa tercukupi. “Kalau nelayan besar, Insya Allah, masih bisa menguasai situasi. Sehingga hasil tangkapan mereka tidak akan terpengaruh dengan kondisi cuaca seperti itu,” jelasnya.
Menurunnya hasil tangkapan ikan nelayan tradisional, akibat kondisi cuaca super ekstrim, memang lebih disebabkan pengaruh alam. Sehingga hal tersebut tidak akan bisa disikapi dengan kemampuan apapun, kecuali kehendak yang diatas. Akan tetapi sejak dari dulu, Pemkab Pacitan melalui instansi terkait sudah banyak memberikan uluran tangan. Seperti pemberian bantuan peralatan sebagai upaya meminimalisir biaya ataupun beban operasional para nelayan. “Sejak awal kita sudah banyak memberikan stimulan-stimulan pada mereka. Namun kalau soal cuaca itu fenomena alam. Hanya yang diatas yang bisa menyikapinya,” timpal Muhammad Ali Mustofa, Kasie Sarana dan Prasarana Perikanan Tangkap, Bidang sumber Daya Kelautan, DKP Pacitan, secara terpisah.
Menurutnya, DKP sudah banyak memberikan solusi agar nelayan tradisional lebih terbantu dari sisi peralatan dan beban biaya operasionalnya. “Harapannya, mereka masih tetap bisa melaut dan mendapatkan penghasilan,” tandasnya. (yun). (sumber : netonlinenews.com)


0 komentar:
Posting Komentar